Hari Pertama
Pukul 07:00 siswa-siswi berkumpul di lapangan untuk mendengarkan arahan dari guru pendamping. Keberangkatan dari Pontianak-Sanggau pukul 08:30.Perjalanan itu memakan waktu ± 5 jam. Pukul 11:45 kami singgah di Sosok.

Setelah sampai di Wisma Tabor, kami memilih kamar. Pukul 15.00 WIB, kami melakukan doa pembuka di Kapel bersama Pastor Fritz.



Pada pukul 3 sore hari itu kami dihimbau untuk pergi ke kapel untuk memulai doa pembuka , setelah itu sekitar pukul 3.30 kami dihimbau kembali untuk keruang makan untuk menyantap cemilan yang disajikan.

Pukul 16.30 WIB kami melakukan pertemuan di aula bersama Pastor Erwin. Di pertemuan ini, Pastor membawakan tema ‘Oremus’ dan kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Pertemuan di aula berlangsung selama 2 jam.Pukul 18:00 kami pergi ke ruang Makan Minum untuk makan malam

Pukul 18:30, kami diminta untuk ke aula lagi untuk menonton film inspiratif yang berjudul “The Mission”.
Setelah menonton, sekitar jam 9.15 kami dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.
Hari kedua
Rabu, 12 februari 2020 , kami bangun sekitar jam 4 pagi untuk bersiap-siap membersihkan diri.

Pukul 06:00 kami ke kapel untuk memulai doa pagi, setelah itu Pukul 07:00 kami ke ruang makan untuk sarapan bersama. Setelah makan dilanjutkan pertemuan pukul 08:00 kami diminta untuk ke aula untuk menghadiri pertemuan. Pukul 09:15 kami ke ruang Makan Minum untuk menyantap cemilan yang telah di sediakan.
Pukul 09:45 kami diminta untuk kembali ke aula untuk menghadiri pertemuan lagi.
Pukul 11:00 kami diminta ke aula untuk menghadiri adorasi dan pukul 12:00 kami menyantap makan siang bersama. Setelah makan siang kami kembali ke kamar untuk mengganti pakaian kami dengan pakaian olahraga dan kembali ke aula untuk pengarahan mini outbond.
Outbond
Pukul 14:00 kami mendengar pengarahan dan masuk ke kelompok masing-masing yang telah dibagi.

Permainan nya adalah kita harus mengoperkan nampan yang terdapat 7 gelas air dalam posisi baring Permainan ini mengandalkan kekompakan tim .

Setelah itu, kami berpindah ke permainan petak petak yang bernama “Tic-Tac Boom”. Kita harus berjalan sesuai petak yang ada agar bisa lolos. Tapi tidak semudah yang kita bayangkan. Pebimbing sudah memberitahu petunjuk sebelumnya yaitu:
1. Lika liku kehidupan,
2. Dalam melangkah tidak boleh ragu-ragu, dan
3. Dalam melangkah harus dipikir terlebih dahulu.Di dalam permainan ini kita harus berjalan di petak dengan bentuk zig-zag dan harus percaya diri dalam melangkah tidak boleh ragu ragu.

permainannya bernama “On Transferring Water” adalah meneruskan ember yang ada air tapi banyak lubang di ember tersebut yang pastinya akan bocor dan di butuh kerja sama yang baik untuk melakukan permainan ini.

Lalu permainan terakhir adalah pipa air. Jadi ada pipa yang penuh lubang kecil. Tujuan dari permainan ini adalah mengeluarkan bola yang ada di pipa tersebut dengan menggunakan air. Sebenarnya sangat sulit, tapi kita juga butuh pemikiran yang keras agar bisa mengeluarkan bolanya. Setelah selesai bermain, kami diminta untuk berkumpul bersama menyantap cemilan. Setelah selesai, kami kembali ke kamar kami masing-masing untuk membersihkan diri.
Pukul 17:00 , kami diminta berkumpul kembali ke aula untuk menghadiri pertemuan lagi, setelah pertemuan kami dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.
Hari Terakhir
Pada tanggal 13 Februari 2020, hari di mana kami akan pulang ke rumah kami masing-masing. Kami bangun jam 4 pagi, menghadiri pertemuan dan kegiatan doa, sarapan dan makan siang bersama.Pada saat makan siang, handphone kami semua dikembalikan. Sebelum makan siang kami mengambil foto bersama terlebih dahulu, untuk sebuah kenang-kenangan.

Setelah itu kami kembali ke kamar masing-masing untuk membereskan barang barang kami. Setelah barang sudah selesai dikemas, kami pun keluar dari kamar dan kami pergi menuju bis untuk menaruh tas/koper kami dan masuk untuk duduk. Perjalanan pulang berlangsung dari pukul 13:00 sampai ke sekolah pukul 17:00.
Dalam kegiatan retret selama 3 hari 2 malam, saya mendapat banyak pengetahuan yaitu, betapa pentingnya berdoa, perjuangan orang tua yang sangat besar, dan menjaga keharmonisan antar sesama.
Sekian cerita kegiatan retret saya di Wisma Tabor, terimakasih.